Bisnis

Bangun Inklusi Keuangan dengan Jiwa Berbagi

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) turut fokus mendorong inklusi keuangan di segala lapisan masyarakat. Pada 2019 lalu pun perseroan diganjar penghargaan sebagai bank terbaik dalam mendukung inklusi keuangan di Indonesia oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Upaya BRI dalam mewujudkan inklusi keuangan yang merata tersebut dibarengi dengan sejumlah kegiatan sosial yang masuk dalam Program Tanggung Jawab Sosial atau Corporate Sosial Responsibility ( CSR), terutama melalui pelaksanaan Program Bina Lingkungan yang dikenal dengan nama BRI Peduli.

Pekan lalu, misalnya, pimpinan BRI mengunjungi Panti Wreda Tresna Budi Mulia 3, di kawasan Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan. Menurut Direktur Human Capital BRI Herdy Rosadi Harman, bukan hal baru bagi para pimpinan BRI untuk melakukan kegiatan sosial semacam ini. Sebab, dalam melaksanakan transformasi, BRI mencetak pemimpin melalui program pelatihan BRILiaN Leader Development Program (BLDP).

Dalam program pelatihan tersebut, para pimpinan mulai dari level Asistant Vice President dan Executive Vice President, dibekali pembentukan karakter kepemimpinan yang terdiri dari profesional dan leadership kompetensi BRI. "Salah satu kurikulumnya adalah terkait social need orientation, antara lain kegiatan bakti sosial ke panti jompo," terang Herdy dalam keterangannya, Selasa (21/1/2020). Kemudian, lanjut Herdy, melalui BRI Peduli, pihaknya telah berkomitmen melakukan kegiatan yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Selain itu, sesuai prinsip inklusif, yang bermakna program tanggungjawab sosial yang dilaksanakan dipastikan menyasar kepada kelompok rentan (vulnerable) maupun kelompok masyarakat yang terdampak langsung operasional perusahaan. "Karena itu, kami ingin membangun inklusi keuangan dengan hati nurani. Begitu juga dengan upaya meraih pertumbuhan eksponensial, kami juga ingin agar hal ini dibarengi dengan compassion atau kasih sayang dengan sesama," tuturnya. Realisasi penyaluran program BRI peduli terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2016, total dana yang sudah disalurkan mencapai Rp 132,71 miliar.

Kemudian pada tahun berikutnya, jumlah tersebut naik menjadi Rp 150,35 miliar. Pada 2018, jumlah dana yang telah disalurkan pun kembali meningkat menjadi Rp 163,63 miliar. Berita ini tayang di Kompas.com dengan judul:

Baca Juga

Nasabah Jiwasraya Tolak Pembentukan Pansus Datangi Kantor Menkeu Sri Mulyani

Reima Eisya

Perusahaan Asuransi Boeing Siap Siap Hadapi Klaim Jumbo Pasca Jatuhnya Pesawat Ethiopian Airlines

Reima Eisya

Lakukan Hal ini Bila Terlanjur Memakai Pinjaman Online Ilegal Jangan Panik

Reima Eisya

Produk Menasional Rasa Internasional Penggagas Pabrik Keju Lokal dari Boyolali Kisah Noviyanto

Reima Eisya

Faisal Basri Minta Pemerintah Lockdown DKI Jakarta

Reima Eisya

Harga Tiket Pesawat Tak Kunjung Turun, Begini Isi Instruksi Pemerintah

Reima Eisya

Malaysia Pengamat Transportasi Pertanyakan Campur Tangan DPRD di Pelayaran Karimun-Kukup

Reima Eisya

PT KAI Sabet Penghargaan Good Performance dari Kementerian BUMN

Reima Eisya

Ini Sosoknya Kakak Menteri BUMN Erick Thohir Masuk Daftar Orang Terkaya Indonesia Boy Thohir

Reima Eisya

Gaji Kalahkan Jokowi Pilot Garuda Terbangkan Harley Selundupan Satrio Dewandono Suami Iis Dahlia

Reima Eisya

Harga Emas Antam Pagi Ini Melesat Naik Rp 6.000 Per Gram Wow

Reima Eisya

PKB Desak Pemerintah Turunkan Harga BBM Harga Minyak Mentah Dunia Terus Turun

Reima Eisya

Leave a Comment