Kesehatan

Catat! Ini Waktu yang Tepat Berjemur Matahari buat Dapat Vitamin D3

Berjemur di bawah sinar matahari menjadi salah satu tren yang saat ini dilakukan untuk mendapatkan kulit yang eksotis. Namun sejak dulu, berjemur terbukti bisa menguatkan tulang karena memberi asupan vitamin D3. Namun tahukah Anda bahwa cahaya matahari yang overdosis dan juga gelombang cahaya matahari yang baru muncul justru memiliki risiko buruk bagi kesehatan?

Hal tersebut disampaikan oleh Dokter Ahli Gizi dan Magister Filsafat, Dr dr Tan Shot Yen M Hum. "Berjemur dibawah cahaya matahari atau ultraviolet, yang diinginkan adalah manfaatnya,” kata Tan dalam Facebook Live nya, Sabtu (21/3/2020). Oleh sebab itu, penting bagi Anda tahu pada jam berapa baiknya Anda berjemur dan berapa lama waktunya.

Tan menjelaskan setidaknya ada dua jenis cahaya matahari yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan oleh manusia, yaitu ultraviolet A dan ultraviolet B. Ultraviolet A ini tidak dibutuhkan oleh manusia, bahkan justru harusnya dihindari karena terpapar secara berlebih dapat menyebabkan kanker dan keriput. Ultraviolet A umumnya adalah cahaya matahari yang ada di sekitar pukul setengah enam hingga jam tujuh pagi.

Tepatnya saat matahari mulai beranjak naik dan gelombang cahaya matahari sedang panjang. Sedangkan, cahaya matahari atau sinar ultraviolet B merupakan gelombang cahaya yang pendek. Inilah yang dibutuhkan oleh tubuh.

Ultraviolet B bisa Anda dapatkan saat matahari naik yaitu sekitar jam 10 pagi. Akan tetapi, Tan juga mengingatkan setidaknya hanya bisa berjemur badan sekitar 10 15 menit saja. Selain itu, Tan juga mengingatkan bahwa cahaya matahari yang terbaik adalah yang menyinari tubuh secara langsung, bukan yang sekadar membuat Anda berkeringat.

Jadi usahakan kulit Anda mendapat sinar secara langsung. Jika Anda menggunakan pakaian yang panjang dan menutup tubuh. Sebaiknya carilah tempat yang baik, agar Anda bisa tidak mengenakan pakaian tertutup supaya sinar matahari langsung ke kulit tubuh Anda.

“Yang penting adalah berapa meter persegi kulit yang kena matahari. Makanya baiknya cari area yang di mana matahari bisa masuk,” kata dia. Selain menghindari diri agar tidak terbakar sinar matahari, disarankan oleh Tan, berjemurlah dengan tengkurap. Karena bidang kulit belakang yang mendapati cahaya matahari akan banyak.

Ultraviolet B bersamaan dengan kolesterol dalam tubuh akan membentuk vitamin D3 yang memang dibutuhkan oleh kulit, dan hanya dihasilkan oleh sinar matahari.

Baca Juga

Insan Medika Sediakan Layanan Perawat Lansia dan Home Care Kekinian

Reima Eisya

Yang Harus Diwaspadai Bagi Penderita Diabetes Saat Menjalankan Ibadah Puasa

Reima Eisya

Pelayanan Klaim Perusahaan Asuransi di Indonesia Bagi Nasabah yang Terinfeksi Virus Corona

Reima Eisya

Siswa Peneliti Khasiat Tanaman Bajakah Khawatir Masyarakat Salah Konsumsi

Reima Eisya

Psikolog Jelaskan Penyebab Banyak Artis Jadi Pemakai & Pecandu Narkoba

Reima Eisya

Lakukan 7 Cara Sederhana Ini di Rumah Kantong Teh Dapat Atasi Iritasi Mata Cara Atasi Iritasi Mata

Reima Eisya

Cerita Penderita HIV yang Diusir dari Rumah Mertua Setelah Suaminya Meninggal

Reima Eisya

Begini Caranya Program ‘Praktis’ Tawarkan Cara Turun Kelas Layanan BPJS Kesehatan

Reima Eisya

Empat Trik Sederhana Hindari Virus Corona Ala Ahli Kesehatan Masyarakat

Reima Eisya

7 Diisolasi Termasuk 1 Pasien Pulang dari China 2 Positif Update Virus Corona di Indonesia

Reima Eisya

Tropicana Slim Ajak Keluarga Indonesia Cegah & Lawan Diabetes

Reima Eisya

Kehilangan Indra Perasa & Alami Masalah Pencernaan Ciri-ciri Corona Tanpa Gejala Umum

Reima Eisya

Leave a Comment