Bisnis

Grab Kena Gugat Konsumen Gara Gara Program Sayembara

Pengacara Publik yang juga Mantan Anggota Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) David Tobing mengaku menampung dua laporan baru oleh konsumen yang merasa dirugikan dalam sebuah sayembara yang diselenggarakan Grab. Pengaduan oleh dua konsumen tersebut akan menambah panjang daftar pelanggan yang merasa dirugikan oleh sayembara yang diselenggarakan oleh aplikator ojek daring asal Malaysia tersebut. “Yang sudah mengajukan gugatan hukum satu orang. Dua orang pelanggan lainnya baru mengadukan setelah ada aduan pelanggan yang mencuat. Jadi [kami] masih menunggu untuk pengajuan gugatan,” ujar David dalam keterangan pers, Rabu (4/9).

Pelanggan Grab yang telah mengajukan gugatan hukum tersebut adalah Zico Leonard Djagardo Simanjuntak (Zico). Zico mengaku telah menyelesaikan tantangan dalam sayembara yang dilakukan Grab tersebut namun tak kunjung mendapat hadiah yang dijanjikan. Melalui David Tobing selaku Pengacara Publik dan kuasa hukumnya, Zico telah mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap PT Solusi Transportasi Indonesia (Grab) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor 527/PDT.G/2019/PN.Jkt.Pst.

Grab diketahui telah menyelenggarakan program "challenge" (tantangan). Dalam sayembara itu, setiap konsumen dapat memilih berbagai jenis tantangan, dan bagi yang telah menyelesaikan tantangan tersebut, maka Grab akan memberikan hadiah. Salah satu tantangan yang bernama “Jugglenaut” menjanjikan pelanggan hadiah berupa saldo OVO sebesar Rp 1 juta apabila pelanggan tersebut naik Grab sebanyak 74 kali. Kemudian, tantangan serupa lainnya menjanjikan hadiah sebesar Rp100 ribu.

Akan tetapi, menurut David, Grab mangkir dari janji pemberian hadiah tersebut dengan secara tiba tiba merevisi syarat dan ketentuan. Perubahan tersebut didasari pencantuman klausul baku berupa "Grab berhak untuk mengubah Syarat dan Ketentuan tantangan tanpa pemberitahuan sebelumnya." Menurut David, tindakan Grab tersebut dengan mengubah aturan secara sepihak adalah melanggar pasal 18 ayat 1 huruf g Undang Undang Perlindungan Konsumen dan tindakan Grab yang tidak memberikan hadiah sebagaimana yang dijanjikan kepada pelanggan adalah perbuatan melawan hukum karena menjanjikan pemberian hadiah dengan maksud tidak memberikannya atau memberikan tidak sebagaimana yang dijanjikannya (melanggar pasal 13 ayat (1) Undang Undang Perlindungan Konsumen)

Selain itu, kasus sayembara Grab ini juga turut menyeret instansi terkait, salah satunya yakni Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Menkominfo) juga dijadikan sebagai Tergugat II. David menilai Kemenkominfo dalam hal ini turut bertanggung jawab atas ulah nakal Grab tersebut karena kurangnya pengawasan untuk menegakan aturan main yang benar, termasuk regulasi terkait perlindungan konsumen. “Jangan sampai tindakan yang semena mena ini diabaikan. Jika tidak diawasi dengan benar, bakal banyak lagi konsumen yang dirugikan,” katanya.

Di lain sisi, David mengingatkan meski dalam gugatan melibatkan individu pelanggan, di mana mediasi terbuka, namun proses advokasi secara hukum harus dijalankan. Dalam gugatan tersebut, Grab digugat ganti rugi sekitar Rp 2 miliar serta membuat permohonan maaf secara terbuka di media massa. Sementara dalam gugatan itu juga, Menteri Komunikasi dan Informatika dituntut untuk mencabut ijin terkait status Grab sebagai Penyedia Platform Melalui Sistem Elektronik.

Sayangnya sampai berita ini diturunkan, belum ada jawaban resmi dari Grab. Kontan.co.id sudah menghubungi Public Relations Manager Grab Indonesia Andre Sebastian.

Baca Juga

Disemayamkan di Ciputra Artpreneur Jenasah Ciputra Diperkirakan Tiba Rabu Malam

Reima Eisya

Tak Lagi Jadi Ibu Kota Negara, Anies Baswedan akan Dorong DKI Jakarta Jadi Pusat Ekonomi Global

Reima Eisya

PLTD Senayan Back Up Daya buat MRT & Antisipasi Risiko Gangguan Listrik Jakarta

Reima Eisya

Pengguna Tol Trans Jawa Meningkat 226 Persen Menjelang Lebaran 2019

Reima Eisya

Dirjen Perhubungan Udara Tak Temukan Pelanggaran Tarif di Bandara Soetta

Reima Eisya

Mulai 22 April, Qatar Airways Pindah ke Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta

Reima Eisya

Melalui Keberadaan Agen Profesional, Prudential Dorong Inklusi Asuransi

Reima Eisya

Festival Selepas Kerja Ajak Anak Muda Sadar Pentingnya Proteksi Diri Menyasar Milenial

Reima Eisya

Lakukan Hal ini Bila Terlanjur Memakai Pinjaman Online Ilegal Jangan Panik

Reima Eisya

Grup Keuangan Asal Singapura Niat Ambil Alih Bank Permata, OJK Angkat Suara

Reima Eisya

Pasar Modest Wear Tanah Air Punya Potensi Besar Transaksi Rp 300 Triliun/Tahun

Reima Eisya

130 Outlet Alfamart di Jabodetabek Tutup Sementara Kebanjiran

Reima Eisya

Leave a Comment