Kesehatan

hingga Orang yang Rentan Gejala Ini Bahaya Jamur Enoki Dimusnahkan karena Ada Bakteri Listeria

Jamur Enoki yang berada di pasaran dalam negeri telah dimusnahkan oleh pemerintah melalui Kementerian Pertanian. Seperti diketahui jamur enoki adalah bahan makanan yang kerap kali terdapat dalam masakan asia satu di antaranya suki hingga lainnya. Sementara itu, pemusnahan yang dilakukan pemerintah karena ditemukan bahaya yang terkandung dalam jamur enoki.

Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Kementerian Pertanian mengungkapkan, jamur enoki terbukti mengandung Listeria. Seperti diketahui pada 11 Maret lalu, jamur enoki yang mengandung bakteri Listeria menyebabkan empat orang meninggal dunia dan 30 orang lainnya dirawat di rumah sakit Amerika Serikat. "Dua hari yang lalu kita telah memusnahkan jamur enoki, karena beberapa negara di Australia, Amerika dan beberapa negara lain, telah menginfokan, jamur enoki mengandung listeria," jelas Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Yasid Taufik dalam seminar Webinar Keamanan Pangan di Era New Normal, Rabu (24/6/2020).

Yasid mengungkapkan, pihaknya telah mengawasi dan pengujian yang hasilnya menyatakan, jamur enoki benar mengandung listeria. Dilansir dari , Listeria adalah bakteri yang menyebabkan infeksi yang dosebut Listeriosis. Ada 10 spesies Listeria yang berbeda, varian yang paling umum berdampak pada manusia adalah Listeria monocytogenes.

Listeria bertanggung jawab atas sekitar 1.600 penyakit dan 260 kematian di Amerika Serikat setiap tahun, melebihi tingkat kematian Salmonella dan Clostridium botulinum. Tingkat infeksi ini tetap relatif stabil selama beberapa tahun terakhir. Biasanya disebabkan oleh makan makanan yang terkontaminasi, sekitar 20 30 persen kasus listeriosis berakibat fatal.

Dikutip dari , bukti epidemiologis, traceback, dan laboratorium menunjukkan, jamur enoki yang dipasok oleh Green Co. LTD, perusahaan asal Republik Korea, kemungkinan merupakan sumber wabah infeksi listeria. Meski demikian, wabah ini nampaknya telah berakhir pada 9 Juni 2020. Sebanyak 36 orang dari 17 negara dilaporkan terinfeksi listeria.

Sebanyak 31 orang menjalani rawat inap, sementara ada empat kematian yang dilaporkan dari California, Hawaii, dan New Jersey. Enam kasus berhubungan dengan kehamilan, dengan dua kasus mengakibatkan kematian janin. Gejala awal listeriosis mungkin tidak begitu terasa dan jelas untuk beberapa waktu.

Masa inkubasinya bervariasi dan bisa berkisar antara 11 70 hari setelah mengonsumsi makanan yang telah terkandung bakteri Listeria. Berikut gejala gejala infeksi Listeria yang berlangsung 1 3 hari: Nyeri otot Demam Gejala seperti flu Mual Diare

Bagi banyak orang, infeksi Listeria akan berlalu tanpa disadari. Namun, pada beberapa individu, infeksi akan menyebar ke sistem saraf di mana gejalanya meliputi: Sakit kepala Kebingungan Leher kaku Tremor dan kejang kejang Kehilangan keseimbangan

Pada individu yang rentan, listeriosis dapat menyebabkan infeksi darah yang serius (septikemia) atau radang selaput di sekitar otak (meningitis). Jika infeksi listeriosis menyebar ke otak, hasilnya bisa parah dan mungkin termasuk: Kelumpuhan saraf kranial: Kelumpuhan dan tremor. Ensefalitis: Peradangan otak. Meningitis: Peradangan pada selaput yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang. Meningoensefalitis: Kombinasi meningitis dan ensefalitis . Abses serebral: Penumpukan nanah lokal di dalam otak.

Sementara itu, wanita hamil 10 kali lebih mungkin mendapat infeksi listeriosis daripada orang kebanyakan. Seorang ibu dengan infeksi Listeria mungkin tidak menunjukkan gejala luar, tapi dapat sangat terpengaruhi anak yang dikandungnya. Listeriosis dapat menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur.

Ada kemungkinan bayi yang baru lahir dapat menderita infeksi yang mengancam jiwa pada hari hari dan minggu minggu setelah kelahiran. Orang dewasa yang sehat dan memiliki sistem kekebalan yang kuat kurang berisiko terkena listeriosis. Berikut ini orang yang rentan terinfeksi Listeria selain ibu hamil:

Orang dengan usia di atas 65 tahun Orang yang idap AIDS (sindrom defisiensi imun didapat) Orang yang idap penyakit ginjal Orang yang tengah menjalani kemoterapi Orang yang alami sirosis Orang yang idap diabetes Orang yang seusai menjalani operasi pengangkatan limpa Orang yang tengah mengkonsumsi obat anti rheumatoid arthritis dan obat imunosupresan Seperti diberitakan sebelumnya, di sisi lain dikatakan jamur enoki merupakan sumber nutrisi, vitamin, dan mineral yang baik. Mengkonsumsi 65 gram jamur enoki menawarkan 4.571 mg Vitamin B3, Vitamin B5 0,878 mg, Vitamin B1 0,146 mg, Vitamin B2 0,13 mg, Fosfor 68 mg, Fosfor 68 mg, Besi 0,75 mg dan 0,07 mg Tembaga.

Selain itu banyak asam Amino 0,026 g Tryptophan, 0,072 g Threonine, 0,058 g Isoleucine, 0,084 g Leucine dan 0,084 g Lysine juga ditemukan dalam 65 gram jamur Enoki. Jamur enoki menyediakan banyak nutrisi serta antioksidan, sehingga dapat dikatakan dapat turut membantu menjaga kekebalan tubuh. Jamur ini penuh dengan tiamin, niasin, kalium, riboflavin, asam pantotenat, kalsium, tembaga, besi, dan selenium, dan rendah kolesterol.

Asam amino valine, lisin, dan ergothioneine memperkuat sifat enoki yang meningkatkan kekebalan tubuh.

Baca Juga

Platform Manajemen Kesehatan Berbasis AI Pertama Dari & buat Indonesia

Reima Eisya

Selain Kopi, Ini 7 Minuman yang Bisa Hilangkan Kantuk, Adakah Favoritmu?

Reima Eisya

Jan Ethes Kembali Curi Perhatian, Ekspresinya Tenang Saat Diperiksa Gigi

Reima Eisya

Gejala Kepribadian Ambang yang Diidap Ariel Tatum Sejak umur 13 Tahun

Reima Eisya

Bisa Meningkatkan Nafsu Makan 5 Manfaat Biji Buah Melon buat Kesehatan

Reima Eisya

Ampuh Turunkan Berat Badan hingga Atasi Insomnia 7 Manfaat Tersembunyi Kacang Pili/Kenari Sulawesi

Reima Eisya

Mulai Makan Sayuran hingga Konsumsi Teh Hijau Tips Turunkan Kadar Kolesterol

Reima Eisya

Waspada Ini Risikonya WHO Ingatkan Masyarakat Indonesia Bahaya Semprotkan Disinfektan menuju Tubuh

Reima Eisya

5 Mimpi Ini Beri Sinyal Kesehatanmu Sedang Bermasalah Jangan Dianggap Sepele

Reima Eisya

Pernah Derita Kanker Otak Seperti Agung Hercules, Epy Kusnandar Selamat karena Pengobatan Alternatif

Reima Eisya

dari Ubi hingga Almond 7 Makanan yang Bisa Bantu Meningkatkan Kesuburan Wanita

Reima Eisya

Catat! Ini Waktu yang Tepat Berjemur Matahari buat Dapat Vitamin D3

Reima Eisya

Leave a Comment