Otomotif

Hino Bukukan Rekor Produksi 500.000 Unit Dari Pabriknya di Purwakarta

PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI), perusahaan manufaktur truk dan bus Hino di Indonesia merayakan pencapaian produksi kendaraan Hino yang ke 500.000 unit di Indonesia setelah 37 tahun beroperasi sejak 17 Desember 1982. Seleberasi pencapaian produksi ke setengah juta unit ini dirayakan di hari kedua penyelenggaraan pameran kendaraan niaga GIICOMVEC 2020 di JCC Senayan, Jumat 6 Maret 2020. Sejarah panjang keberadaan Hino di Indonesia dimulai tahun 1967 dalam bentuk kendaraan bus lengkap yang merupakan hibah Pemerintah Jepang kepada Pemerintah Indonesia sebagai bentuk kompensasi pendudukan Pemerintah Jepang pada saat perang dunia kedua.

Dengan meningkatnya kebutuhan sarana transportasi darat, maka proses komersialisasi dan industrialisasi kendaraan bermotor Hino dimulai pada awal dekade 1970an dengan ditandai dimulainya proses perakitan secara sederhana di Indonesia. Tahun 1982 didirikan PT Hino Indonesia Manufacturing (HIM) yang merupakan perusahaan patungan antara prinsipal Hino Motors Ltd., Japan dengan Grup Salim, berlokasi di Tambun Jawa Barat. Saat itu HIM memproduksi komponen komponen utama kendaraan bermotor untuk memenuhi kewajiban pendalaman manufaktur dari Pemerintah.

Di pertengahan dekade 1980 an, diluncurkan truk Hino Ranger FF Series dan bus Hino AK Series bermesin depan, dilanjutkan dengan peluncuran truk tronton FL dan FM pada awal tahun 1990an, yang merupakan cikal bakal sejarah suksesnya Hino di Indonesia. Kemudian, Hino merilis tractor head Hino SG221MA di tahun 1995. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan kendaraan komersial di Indonesia, bulan April 1997 dilakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik Hino di Kawasan Industri Kota Bukit Indah, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Setelah mengalami penundaan pembangunan pabrik dikarenakan krisis moneter yang melanda Indonesia, maka pada tahun 2003 menjadi awal bangkitnya Hino di Indonesia, diawali dengan restrukturisasi HIM menjadi HMMI dan HMSI. Peresmian pabrik baru HMMI dilakukan oleh Menteri Perindustrian pada 8 September 2003 dan pada saat yang bersamaan diluncurkannya generasi baru truk Hino Ranger FG, FL dan FM Series. Seiring semakin meningkatnya permintaan pasar terhadap kendaraan Hino, baik pasar domestik maupun ekspor, maka kapasitas terpasang produksi juga ditingkatkan melalui penambahan investasi dan modal kerja.

Salah satu realisasinya melalui penambahan lini produksi yang semula hanya terdiri 1 (satu) lini produksi menjadi 2 lini produksi pada tahun 2009. Peresmian perluasan pabrik HMMI tersebut dilakukan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia pada 17 Desember 2009. Tahun 2012 merupakan era baru bagi HMMI dengan dimulainya proses permesinan (machining) untuk komponen engine yang meliputi: cylinder block, cylinder head, camshaft, crankshaft, dan connecting rod.

Komponen utama lainnya seperti transmisi, propeller shaft dan rear axle juga diproduksi di HMMI, selain komponen komponen lainnya yang terus ditingkatkan dibuat di dalam negeri melalui pemasok (supplier). Dampak dari meningkatnya proses manufaktur di dalam negeri tersebut, maka tingkat kandungan komponen dalam negeri pun meningkat dengan drastis. Saat ini tingkat kandungan dalam negeri kendaraan bermotor Hino berada pada kisaran 50sampai dengan 70 persen.

Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, HMMI juga mengekspor komponen dan kendaraan. Direktur Produksi PT HMMI, Timbul Simanjuntak mengatakan, model yang paling banyak diproduksi saat ini adalah truk Hino Ranger FM yang mencapai sekitar 45 persen dari total varian truk Ranger. Truk Hino varian Ranger FM 260 JD 6×4 aplikasi dump truck saat ini menjadi market leader di segmennya dan di kategori truk medium duty di Indonesia.

Truk Hino buatan Purwakarta saat ini juga diekspor ke Filipina, Laos, Vietnam, Haiti, Bolivia, dan beberapa negara di Afrika Barat dengan total volume ekspor mencapai 13.000 unit dalam 10 tahun terakhir. Total saat ini ada 15 negara tujuan ekspor mencakup Vietnam, Filipina, Laos, Haiti, Bolivia dan beberapa negara di Afrika Barat. Komponen Hino juga diekspor ke 17 negara tujuan.

Menurut Timbul, ekspor dirintis tahun 2011. "Negara tujuan ekspor terbanyak adalah Vietnam dan Filipina," kata TImbul. Filipina saat ini antara lain banyak mengimpor truk Dutro setir kiri dari pabrik Hino di Purwakarta. Pabrik Hino di Indonesia saat ini memiliki Total Kandungan Dalam Negeri (TKDN)Hino 50 sampai 70 persen dan tahun 2022 nanti produksinya diproyeksikan mencapai 43.000 unit.

Baca Juga

Mobil Tahun Berapa pun & Merek Apapun Diterima Wuling Tawarkan Promo Trade In

Reima Eisya

DFSK Siap Ngegas dengan Jual Minibus & Blind Van Pasarnya di Kendaran Niaga Makin Bagus

Reima Eisya

Bawa Pulang Gratis Aksesoris Senilai Belasan Juta Beli Vespa & Piaggio Medley Baru

Reima Eisya

3 Cara Ampuh Dapatkan Mobil Impian Keluarga

Reima Eisya

Pemesanan Suzuki Jimny Distop Gara-gara Inden sampai 10 Tahun Maaf

Reima Eisya

Daftar Lengkap Harga Motor Matik Seken Kurang Rp 8 Juta, Usia di Bawah Lima Tahun

Reima Eisya

Toyota Corolla Altis Terbaru Bakal Enak Diajak Nikung Berkat Sasis TNGA

Reima Eisya

Dheyo dan Dandi Kibarkan Merah Putih di TTC Seri 3 Buriram

Reima Eisya

Yuk Kenali Tujuh Fitur Terbaru Di Nissan X Trail Facelift

Reima Eisya

PLN akan Lengkapi SPLU di Tempat Penitipan Sepeda di Jakarta

Reima Eisya

Toyota Ungkap Dua Faktor Pemicu Permintaan Mobil Murah akan Turun

Reima Eisya

Serunya Touring ke Carita Bareng Puluhan Jip Willys Tua

Reima Eisya

Leave a Comment