Bisnis

Hotel Sepi Kontrak Karyawan Tak Diperpanjang Virus Corona & Dampaknya terhadap Pariwisata Bali

Wabah virus corona yang masuk ke Indonesia berdampak pada industri pariwisata di Bali. Sejumlah kebijakan pemerintah dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus corona, misalnya pelarangan sementara pendatang dari Iran, Italia dan Korea Selatan ditengarai sebagai salah satu penyebabnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia turun 7,62 persen pada Januari 2020, yaknihanya sebesar 1,27 juta.

Jumlah itu lebih rendah dari Desember 2019 sebesar 1,37 juta kunjungan, meski sedikit lebih tinggi dari Januari 2019 sebanyak 1,2 juta kunjungan. Seperti yang terjadi di Denpasar, Bali. Hingga Senin (9/3/2020) menurut Kadisparda Kota Denpasar Dezire Mulyani, rata rata (tingkat hunian) hotel di Denpasar hanya 50 persen.

"Pembatalan sejumlah kunjungan wisatawan terkonfirmasi terus berlanjut hingga Mei mendatang. Sudah banyak pembatalan atau cancel dari sejumlah biro perjalanan dari luar negeri ke Bali khususnya Kota Denpasar," katanya saat hearing dengan Komisi II DPRD Kota Denpasar, Senin (9/3/2020) siang. Halyang sama juga dirasakan di kawasan Karangasem. MenurutKetua Kehormatan PHRI Karangasem, I Wayan Tama, tingkat hunian pada low season biasanya 40 persen, kini merosot cuma 20 persen.

"Tingkat hunian sekarang turun drastis. Biasanya kalau low season seperti sekarang tingkat hunian mencapai 40 persen. Tingkat hunian rata rata isi 20 persenan. Ada beberapa di bawah 20 persen. Yang mendominasi yakni Wisman dari Eropa," kata Tama yang juga anggota DPRD Kabupaten Karangasem, Senin (9/3/2020). Menurunnya okupansi dan pembatalan kunjungan di sejumlah spot wisata di Bali juga berdampak pada tenaga kerja di bidang jasa. Banyak karyawanyang bekerja di hotel atau restoran tepaksa tak diperpanjang masa kontraknya.

Namun,I Wayan Tama menjelaskan langkah itu bukan permanen, namun sifatnya hanya sementara. Mereka akan dipanggil kembali setelah kondisi mulai membaik dan mengalami peningkatan. Selain itu, saat ini pemberitaan terkait virus corona masih ramai. "Berapa jumlah pegawai yang tak diperpanjang kontrak kerjanya, dan dari mana saya lupa. Harapan saya semoga kondisi ini segera membaik, dan pegawai yang tak diperpanjang kontraknya bisa kerja lagi seperti biasa,"ungkap Wayan Tama,

Ditambahkan, beberapa manager di Karangasem mengambil langkah tersebut karena minimnya pemasukan. Pendapatan dari hunian cukup digunakan untuk biaya operasional dan menggaji sebagian pegawai. Seperti untuk bayar listrik, air, beli bahan makanan, serta operasional yang lainya.

Pria asal Kecamatan Manggis ini berharap pembebasan pajak serta restoran agar segera direalisasikan. Supaya pemilik tidak merugi banyak. Kebijakan pemerintah pusat membebaskan pajak dan restauran adalah upaya untuk menyelamatkan industri pariwisata dari serangan corona.

Sebelumnya, Ketua PHRI Karangasem, I Wayan Kariasa mengatakan, PHRI bersama pemerintah daerah akan terus berupaya memulihkan kunjungan wisman untuk menginap di Bumi Lahar akibat serangan virus corona. Diantaranya berikan promosi 30 sampai 50 persen bagi wisman dan domestik. Harga promosi diterapkan sebagian besar di Karangasem. Penerapannya mulai awal Bulan Februari 2020.

Harapannya agar wisatawan mancanegara berdatangan untuk menginap. Promo harga kamar bagian dari upaya recovery (pemulihan) wisata di Karangasem, serta menutupi biaya operasional . PHRI bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Karangasem berupaya terus promosikan wisata di Karangasem. Melalui dunia digital atau promosi lewat brousur, serta kegiatan lain.

Pemilik berharap kunjungan wisatawn bisa normal seperti dulu. Kebanyakan wisman dari Eropa, Australia, serta Asia. Untuk antisipasi adanya penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota yang diakibatkan isu virus corona, Dewan minta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk kembali melirik .

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Komis II I Wayan Gatra dalam hearing yang digelar di DPRD Kota , Senin (9/3/2020) siang. Ia menganggap saat ini merupakan sebuah tantangan bagi pejabat Bapenda untuk berkreasi mencari celah agar bisa memperkuat pendapatan dengan memanfaatkan yang belum tergarap, salah satunya ini. "Untuk ini kan kemarin hampir selama 1,5 tahun ini los. Sehingga sangat perlu perancangan dan disampaikan ke Wali Kota karena penting ini diatur untuk memperoleh pendapatan paling tidak di atas Rp 20 miliar. Daripada bersliweran tidak karuan, kan akhirnya repot menurunkan," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bapenda I Dewa Nyoman Semadimengatakan memang ini menjadi sorotan. Pihaknya sebelum ada moratorium ini, mendapat pendapatan paling tinggi dari sebesar Rp 17.5 miliar tahun 2013. "Kemudian ada regulasi moratorium , sehingga regulasi diperbaiki dengan harapan menata wajah kota. Tantangannya kan menertibkan yang tidak sesuai," katanya.

Ia menambahkan, saat ini terkait ini masih digodok kembali di Dinas PUPR Kota . Pihaknya mengaku hanya boleh memungut dari yang sudah berizin. "Sekarang sedang digodok di bawah PUPR, dan kami hanya bisa memungut dari berizin. Kalau yang tidak, ya harus diturunkan," imbuhnya.

Semadi mengatakan, jika kondisinya normal, tahun 2020 ini sesuai KUAPPAS bisa mendapat sebesar Rp 1 triliun. Namun dikarenakan kasus virus corona ini, menurutnya perkembangan terakhir telah terjadi penurunan okupansi hotel dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama. "Namun target hotel dan restoran bulan Januari dan Februari tahun 2020 ini, lebih besar dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, tapi bulan Maret kami tidak tahu, nanti tanggal 20 baru tahu," katanya.

Sementara wacana penghentian pungutan PHR dari pusat sampai saat ini masih belum ada surat resmi pelaksanaannya. "Kami konfirmasi ke Kemenkeu dan Kemendagri katanya dimulai April sampai September 2020," katanya. Dengan adanya wacana ini kini sudah banyak wajib yang bertanya padanya, namun dirinya selalu mengatakan karena belum ada surat resmi semua masih berlaku sesuai aturan.

"Sebelum ada surat resmi, wajib harus patuh sesuai kewajiban," katanya.

Baca Juga

Festival Selepas Kerja Ajak Anak Muda Sadar Pentingnya Proteksi Diri Menyasar Milenial

Reima Eisya

Shopee Harbolnas 12.12 hingga Zalora Bukalapak Lazada Blibli Cek Promo Terbaik di 6 E-Commerce

Reima Eisya

Menkeu Sri Mulyani Ubah Aturan Perjalanan Dinas PNS Hemat Kas Negara

Reima Eisya

Perusahaan Asuransi Boeing Siap Siap Hadapi Klaim Jumbo Pasca Jatuhnya Pesawat Ethiopian Airlines

Reima Eisya

Disemayamkan di Ciputra Artpreneur Jenasah Ciputra Diperkirakan Tiba Rabu Malam

Reima Eisya

Harga Emas Antam Pagi Ini Kembali Terkerek Rp 9.000 Jadi Rp 764.000

Reima Eisya

Menangguk Laba dari Waralaba Kebugaran ReFIT Club Bikinan Mela Gunawan

Reima Eisya

5 Persen Wabah Corona Gerus Pertumbuhan Ekonomi Dunia Sebesar 0

Reima Eisya

Kemenhub Turunkan Tim Khusus Awasi Keselamatan Pelayaran di Ambon dan Pulau Selayar

Reima Eisya

Dari Hobi Main Game Online, Pemuda Bandung Dapat Penghargaan Pengusaha Terbaik

Reima Eisya

9 Juta Orang Penumpang Kereta Api Selama Libur Natal-Tahun Baru Diprediksi 5

Reima Eisya

Beda Pandangan Astra Infa & BPJT Soal Tarif Tol Kunciran-Serpong

Reima Eisya

Leave a Comment