Kesehatan

Indikasi Warna Kulit hingga Benjolan 4 Tanda buat Deteksi Kanker Payudara Stadium 1

Berikutempat ciri untuk mendeteksi kanker payudara seperti yang diderita oleh Kesha Ratuliu sejak dini. Artis Kesha Ratuliu memberikan kabar tentang kondisi kesehatannya di story Instagram. PerempuankelahiranJakarta, 5 Juni 1998 ini didiagnosis menderita tumor payudara.

Sontak kabar tersebut membuat banyak publik dan teman artisnya terkejut. Melalui akun Instagram pribadinya, ia mengunggah hasil USG dari payudaranya. Di story tersebut memperlihatkan terdapat tumor di bagian payudara sebelah kanannya.

Diketahui besar tumor tersebut berukuran 3 cm. Selain itu, pada unggahan story Instagramnya, Kesha juga mengimbau pada pengguna Instagram lainnya untuk peduli terhadap tumor payudara. Terdapat beragam ciri untuk mengetahui kanker payudara sejak dini di awal kemunculannya.

Dikutip langsung dari dan , gejala kanker payudara adalah munculnya benjolan atau tumor pada payurdara. Secara fisik, enjolan tersebut akan muncul di sekitar payudara. Biasanya, tumor ini memiliki ukuran yang kecil.

Namun, lambat laun akan berubah menjadi lebih besar. Tumor tersbut lama kelamaan akan menempel pada kulit dan menimbulkan perubahan pada kulit, tak terkecuali pada putting susu. Namun, kanker payudara dapat dikenali agar dapat diantisipasi dan mengobatinya sejak dini.

Memiliki risiko atau tidak, tentu tidak ada salahnya untuk mengenali ciri ciri kanker payudara. Terutama kanker payudara stadium satu. Benjolan pada payudara merupakan salah satu pertanda awal munculnya kanker payudara.

Benjolan ini tidak selalu terasa sakit. Meski demikian, tidak semua benjolan yang muncul pada payudara bersifat kanker. Benjolan ini dapat teraba saat kamu melakukan pemeriksaan pribadi di rumah.

Perubahan warna ini terkadang disalahartikan dengan infeksi. Perubahan warna kulit sudah cukup untuk membuat lebih waspada. Pada tahap ini, kulit payudara akan menjadi kemerahan seperti terjadi iritasi, tekstur dan warna kulit seperti kulit jeruk, dan permukaan kulit area payudara yang terkena kanker tampak berlekuk lekuk, serta terjadi penebalan kulit.

Ciri ciri dari kanker payudara stadium 1 lainnya adalah dengan munculnya perubahan pada bagian puting disertai rasa nyeri. Mungkin juga keluar cairan tidak normal dari puting atau puting melesak ke dalam. Meski disebut kanker payudara, bukan berarti benjolan di bawah ketiak yang ditemui tidak ada hubungannya dengan kanker ini.

Jaringan payudara meluas hingga di bawah ketiak. Inilah mengapa kanker dapat menyebar melalui kelenjar getah bening di bawah ketiak. Berikut ini adalah fakta tentang tumor payudara seperti yang diderita oleh Kesha Ratuliu.

Melalui akun Instagramnya, Kesha juga mengingatkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap tumor payudara. Rencananya, Kesha akan segera melakukan operasi untuk mengetahui tumor yang diidapnya ganas atau jinak. Jenis tumor payudara yang jinak disebut dengan fibroadenoma mammae.

Fibroadenoma mammae adalah tumor jinak pada payudara perempuan yang terbentuk karena adanya kelainan pertumbuhan jaringan. Pembentukan fibroadenoma terjadi karena jaringan fibrois stratoma dan poliferasi epitel lobulus. Penyakit ini biasanya ditemukan pada perempuan dibawah usia 30 tahun.

Dilansir dari Healthline, menurut American Society of Breast Surgeons Foundation, sekitar 10 persen perempuan di Amerika Serikat didiagnosis memiliki fibroadenoma. Selain itu, Medical News Today mengatakan bahwa tumor terdiri dari jaringan kelenjar dan ikat, kemudian bisa tumbuh menjadi berbagai ukuran. Beberapa tumor sangat kecil sehingga tidak dirasakan, tetapi ada juga yang tumbuh menjadi besar dan banyak dirasakan.

Fibroadenoma bisa mempertahankan ukurannya dan bisa tumbuh menjadi besar serta menyusut seiring berjalannya waktu. Fibroadenoma yang sudah tumbuh besar biasanya akan terasa seperti benjolan bundar yang kuat sehingga bergerak di bawah kulit. Fibroadenima biasanya tidak menimbulkan gejala yang menyakitkan karena lunak saat disentuh.

Kebanyakan orang tidak mengalami gejala serius apapun selain benjolan. Menurut Breast Cancer Care, fibroadenima mungkin terasa lunak sebelum menstruasi. Selain itu, mereka juga bisa membesar saat kehamilan, menyusui atau saat melakukan terapi penggantian hormon.

Tetapi, biasanya tumor jinak akan kembali ke ukuran semula setelah terjadi fluktuasi hormon. Penyebab dari fibroadenoma masih tidak diketahui, tetapi hal ini disebut berkaitan erat dengan hormon reproduksi. Fibroadenoa terjadi lebih sering selama tahun tahun reproduksi atau sebelum masa menopause.

Selain itu, fibroadenoma juga akan menjadi lebih besar selama masa kehamilan atau dengan menggunakan terapi hormon. Dan kondisi ini akan menyusun setelah menopause atau kadar hormon menurun.

Baca Juga

Cerita Penderita HIV yang Diusir dari Rumah Mertua Setelah Suaminya Meninggal

Reima Eisya

Sampai Satu Ginjalnya Diangkat Fakta-fakta Penyanyi Vidi Aldiano Tahu-tahu Kanker Ginjal Stadium 3

Reima Eisya

7 Diisolasi Termasuk 1 Pasien Pulang dari China 2 Positif Update Virus Corona di Indonesia

Reima Eisya

Selain Kopi, Ini 7 Minuman yang Bisa Hilangkan Kantuk, Adakah Favoritmu?

Reima Eisya

Manfaat Puasa Untuk Tubuh, Detoks Hingga Kembalilan Fungsi Sel yang Malas Kerja

Reima Eisya

Cinta Penelope Divonis Kanker, Ini 5 Kebiasaan Sepele yang Harus Dihindari Agar Tak Terkena Kanker

Reima Eisya

Pengetahuan Masyarakat tentang Kesehatan Jiwa Masih Minim

Reima Eisya

Bahan Alami untuk Sembuhkan Sakit Tenggorokan, Tersedia di Rumah dan Tak Sulit Mencari

Reima Eisya

Pemanis Rendah Kalori Bisa Cegah Diabetes

Reima Eisya

2 Obat Penenang dalam Tas Lucinta Luna saat Ditangkap Polisi Fakta Tramadol & Riklona

Reima Eisya

Kenali Pemicu & Tanda-tandanya Awas TBC Sangat Menular

Reima Eisya

Gandeng Taj Mahal, Rumah Edukasi Penyandang Diabetes Resmi Dibuka di Jakarta

Reima Eisya

Leave a Comment