Metropolitan

Pengamat Minta Pemerintah Tegas Aturan Mudik 2020 Masih Abu-abu

Pengamat Transportasi Darmaningtyas meminta pemerintah bersikap tegas terkait aturan pelaksanaan mudik lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Menurutnya, memperbolehkan masyarakat untuk mudik sama saja tidak ada upaya nyata dari pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid 19. "Pemerintah sendiri yang selalu mengatakan, tinggal di rumah dan hindari kerumunan, tapi masih memperbolehkan mudik. Sikap yang ambivalen ini jelas mencerminkan kekurangtegasan pemerintah dalam menghadapi wabah corona ini," kata Darmaningtyas dalam keterangannya, Selasa (7/4/2020).

Darmaningtyas menjelaskan, bahwa sudah jelas kerumunan bisa menjadi media yang aktif penularan virus corona, pemerintah sudah semestinya melarang mudik tahun ini. "Karena mudik pasti akan menciptakan kerumunan massa di stasiun stasiun, terminal terminal, bandara, pelabuhan, rest area, dan sebagainya," urainya. "Toh begitu, para pemudik juga harus diisolasi selama 14 hari sehingga malah akan menambah beban Pemerintah Daerah lantaran perlu menyiapkan infrastruktur untuk karantina," ujarnya.

Bahaya dari mudik Lebaran 2020, menurutnya, hanya akan menyebarkan virus ke seluruh wilayah tanah air, termasuk di desa desa dan pesisir hingga tidak ada wilayah di tanah air yang steril dari virus korona atau penyakit Covid 19. "Bila ini yang terjadi, masa tanggap darurat terhadap virus corona semakin tidak jelas batas waktunya," tutur pria yang juga Ketua Institut Studi Transportasi (Instran). Darmaningtyas mengatakan, kebijakan pemerintah yang membolehkan mudik dengan syarat angkutan umum hanya boleh mengangkut 50 persen dari kapasitas untuk menjaga jarak antar penumpang, namun tidak disertai dengan pemberian subsidi (membeli layanan angkutan umum) kepada operator, sebaliknya operator dipersilakan menaikkan tarif.

"Hal itu jelas bukan jalan keluar dari persoalan krisis pandemi Covid 19. Pembatasan penjualan tiket angkutan umum, sisa kapasitasnya itu ditanggung oleh pemerintah, bukan dibebankan kepada warga konsumen. Karena itu, akan lebih baik pemerintah tegas melarang mudik Lebaran 2020," tegasnya. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pihaknya masih melakukan evaluasi kebijakan mudik sesuai arahan Presiden Joko Widodo. "Saat ini telah dilakukan pembahasan untuk lintas kementerian terkait yang berkepentingan dalam membuat kebijakan," tulis Luhut dalam akun Instagramnya, Senin (6/4/2020).

"Terkait mudik ini masih dalam perumusan pedoman dan petunjuk teknis, untuk mengendalikan mudik 2020," lanjutnya. Ia menambahkan, evaluasi ini agar kegiatan mudik tidak berakibat pada peningkatan dan perluasan wabah Covid 19. "Mudik ini bukan hanya sebuah rutinitas tahunan, tapi juga tradisi yang memiliki banyak makna untuk memperkokoh hubungan keluarga. Namun, di tengah wabah ini, membuat pemerintah harus mengkaji dan mendengar pakar terkait opsi mudik," tulis Luhut.

Menurut Luhut, seabgai Ad Interim Menteri Perhubungan tentunya lebih penting untuk kita lakukan adalah saling menjaga satu sama lain. Luhut menilai, semua orang berpeluang terinfeksi virus ini hingga hasil tes, membuktikan orang tersebut negatif. "Untuk itu saya mengajak masyarakat, untuk tidak mudik demi keselamatan kita bersama karena Covid 19 yang berpotensi menularkan siapapun," ujar Luhut.

Hal ini senada dengan yang disampaikan Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setyadi, yang mengatakan bahwa regulasi mudik ini sedang dibuat regulasinya.

Baca Juga

Menyatukan Pemikiran Mengatasi Kemelut Global Melalui Meeting of Minds Forum 2019

Reima Eisya

Ingin Tinggalkan Kendaraan Bermotor Terkait e-Scooter Pandangan Masyarakat

Reima Eisya

Fraksi PSI DPRD DKI Kembalikan Dana Rp 752 Juta menuju APBD Reses Perdana

Reima Eisya

Massa Mahasiswa Beri Spanduk Bergambar Karikatur Tikus Dan Bersalaman Dengan Polisi

Reima Eisya

Sedang Cari Sosok Ini Postingan Terakhir Driver Ojol Wanita yang Tewas Bersimbah Darah di Rusun

Reima Eisya

Mengawinkan Konsep Naturalisasi & Normalisasi Dua Cawagub DKI Sepakat Solusi Atasi Banjir

Reima Eisya

Gowes Kemayoran Sambang Situs Bersejarah Hingga Menara ATC

Reima Eisya

Polisi Bubarkan Tawuran Pakai Senjata Tajam di Tangerang Jelang Sahur

Reima Eisya

Siswi SMP Pembunuh Bocah Koperatif Selama Jalani Observasi Kejiwaan

Reima Eisya

Gerindra DKI Minta Penjelasan Anies, Cara Pemprov DKI Cari Untung dari Event Balap Formula E

Reima Eisya

Bule Asal Kanada Ini Ikut Potong Daging Kurban di Depok, Senang Bisa Berbaur dengan Warga

Reima Eisya

Intip Perbedaan Posisi Duduk Anies Baswedan Dan Ahok Jadi Sorotan Di Pelantikan Jokowi Maruf Amin

Reima Eisya

Leave a Comment