Kesehatan

Pernyataan Virus Corona Menular melalui Udara di Ruang Terbuka Diperdebatkan

Belakangan ini publik dibuat geger dengan pernyataan penularan Virus Corona melalui udara. Padahal yang dikonfirmasi hingga saat ini, penyebaran virus Corona terjadi akibat transmisi langsung dan kontak fisik. Namun, pejabat di China memiliki pernyataan berbeda, virus mematikan bernama Novel Coronavirus atau 2019 nCOV bisa menginfeksi melalui udara.

Seperti dikutip dari mothership.sg, pada Sabtu (8/2/2020) lalu, seorang pejabat Shanghai mengatakan, coronavirus dapat menyebar melalui transmisi aerosol atau infeksi melalui udara. Ia adalah Zeng Qun, wakil kepala Biro Urusan Sipil Shanghai. Namun, hari berikutnya, seorang ahli medis dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China mengatakan, belum kepastian apakah virus tersebut dapat menyebar melalui bentuk aerosol.

Sejauh ini, semua klaim tentang transmisi aerosol telah dilaporkan hanya oleh media pemerintah China, surat kabar berbahasa Inggris, China Daily. Para ahli menjelaskan tiga jenis vektor transmisi untuk penyebaran coronavirus: 1. Penularan langsung (dikonfirmasi), infeksi yang disebabkan oleh penghirupan udara di dekat orang yang terinfeksi melalui bersin atau batuk

2. Penularan melalui kontak (dikonfirmasi), infeksi yang disebabkan karena menyentuh benda yang memiliki tetesan dari orang yang terinfeksi virus, kemudian menyentuh selaput lendir mulut, hidung, atau mata 3. Penularan aerosol (diperdebatkan), infeksi yang disebabkan oleh menghirup virus, yang telah bercampur dengan tetesan di udara untuk membentuk aerosol yang mengambang untuk jangka waktu yang lebih lama, selama beberapa hari Feng Luzhao, seorang peneliti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China mengatakan dalam konferensi pers, Minggu(9/2/2020) tidak ada bukti yang menunjukkan bila virus baru itu dapat ditularkan melalui aerosol.

Selain itu, Komisi Kesehatan Nasional China mengingatkan masyarakat, penularan virus corona melalui rute seperti aerosol (udara) dan saluran pencernaan belum dapat dikonfirmasi. “Sebagian besar kasus pneumonia koronavirus yang dikonfirmasi dapat dilacak untuk kontak dekat dengan pasien yang sebelumnya dikonfirmasi, menurut penyelidikan epidemiologis kami,” katanya dalam sebuah posting di WeChat. Ditambahkan Feng, masyarakat tidak perlu panik, penularan virus yang paling umum adalah melalui transmisi langsung.

Dia juga mengatakan, kemungkinannya relatif rendah untuk terinfeksi virus melalui konsumsi buah dan sayuran yang terkontaminasi oleh virus. Baik melalui transmisi langsung atau kontak. Menurut China Daily, dokter mengatakan, penularan virus penyakit pernapasan melalui aerosol jarang terjadi di daerah terbuka.

Ini karena kepadatan partikel virus diencerkan oleh udara, dan ada zat lain di udara seperti sinar UV dan "radikal bebas dengan sifat oksidasi yang kuat", yang mengurangi toksisitas virus. Kemungkinan penularan aerosol akan menimbulkan ancaman yang lebih besar bagi pekerja medis daripada masyarakat umum. Demikian karena beberapa alat medis, seperti respirator dan atomisers, menghasilkan aerosol, menurut Shen Yinzhong, direktur penyakit menular di Pusat Kesehatan Masyarakat Shanghai.

Dokter mengatakan, penularan virus aerosol hanya akan menyebabkan infeksi jika orang memasuki ruang tertutup. Contohnya lift yang baru baru ini digunakan oleh orang yang terinfeksi virus dan menyebar melalui batuk. Karena itu, mereka mengingatkan masyarakat China untuk mengenakan masker setiap saat di tempat umum dan untuk menghindari tempat yang berventilasi buruk sebanyak mungkin.

Selain itu, China Daily melaporkan, pemerintah China telah mendorong warga untuk membuka jendela untuk meningkatkan ventilasi, mempraktikkan kebiasaaan hidup bersih dan secara teratur mendisinfeksi rumah mereka. Komite Pusat Tiongkok melalui Dewan Pengarah Partai Komunis bidang Politik memberi instruksi tentang perdagangan ilegal satwa liar. Instruksi itu diberikan kepada jajaran Kementerian di Tiongkok untukmenindak tegashal tersebut.

Alasannya adalah supayaresiko kesehatan masyarakat atas virus yang ditularkan oleh satwa liar bisa ditekan. Terlebih lagi setelah terjadi epidemi virus corona yang menggegerkan dunia. Pasalnya setelah ditelusuri virus tersebut berasal dari pasar makanan laut di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Pasar tersebut adalah tempat dimana satwa liar bebas untuk dijual dan dimakan oleh penduduk sekitar. Sedangkan baru baru ini diketahui virus corona pertama kali ditularkan ke manusia dari trenggiling yang berasal dari kelelawar. Sementara orang orang yang menjual dan membeli hewan tersebut secara ilegal, adalah orang yang pertama kali terinfeksi.

Rupanya masyarakat awam belum mengetahui bahaya memakan hewan liar tersebut. Apalagi merekakerapkali merasa aman saatmenyentuh hewan liar tersebut. Padahalmenurut penelitian, melakukan kontak dengan cairan tubuh hewan liar bisa membuat orang terinfeksi virus berbahaya.

Karena di dalam 'perdagangan hewan liar', mereka semua yang berburu, membunuh, menjual dan memasak hewan liar itu bisa menghadapi bahaya. Bahaya tersebut berasal dari keseluruhan proses orang yang mungkin menyentuh cairan tubuh dari hewan liar. Tidak hanya memasak saja, menangkap hewan liar untuk pameran atau sekedar dipelihara juga termasuk dalam bahaya.

Bahkan orang yang memotong gading gajah atau tanduk badak lalu memahatnya sebagai barang bisa ikut berisiko pula. Virus corona yang menjadi epidemi baru ini terjadi disebuah pasar satwa liar, untuk itu perdagangan ilegal tersebut harus dihentikan. Hal itu untuk menjaga kewaspadaan untuk mencegah penularan virus lain yang mungkin juga tak kalah berbahaya dari viruscorona.

Sedangkan di China sendiri, diketahui perdagangan satwa liar ilegal masih ditemukan. Melansir pada Sabtu (8/2/2020) waktu setempat polisi hutan di daerah Pingguo di daerah otonom Guangxi Zhuang menindak bisnis ilegal satwa liar. Polisi tersebut menemukan sebanyak 250 burung liar beku dan juga tubuh hewan liar lainnya.

Untuk itu pemerintah China menekankan kepada polisi di seluruh negeri untuk tetap siap siaga terhadap petunjuk tentang bisnis ilegal satwa liar. Masyarakat juga dituntut aktif unyuk memberi informasi kepada polisi tentang perdagangan ilegal satwa liar atau produk satwa liar yang ada.

Baca Juga

Bisa Sebabkan Tumor Bahaya Bagi Kesehatan Jangan Dikonsumsi Jika Temukan Tanda Ini Dalam Semangka

Reima Eisya

Audrey Dikeroyok, Ini Penjelasan Medis Mengapa Remaja Emosional dan Butuh Peran Orangtua

Reima Eisya

Nutrisi Seimbang 5 Makanan yang Aman buat Para Penderita Diabetes

Reima Eisya

Perjuangan Seorang Ibu yang Nekat Hijrah ke Ibukota Demi Kesembuhan Anak dari Kanker

Reima Eisya

Manfaat Daun Jambu Biji Buat Kesehatan Tubuh

Reima Eisya

Nutrisinya Bisa Berkurang 8 Makanan Ini Ternyata Tak Layak Disimpan di Dalam Kulkas

Reima Eisya

Lengkap dengan Jenis Masker yang wajib Dipakai Berikut Kiat-kiat Menghindari Tertular Virus Corona

Reima Eisya

Sampai Satu Ginjalnya Diangkat Fakta-fakta Penyanyi Vidi Aldiano Tahu-tahu Kanker Ginjal Stadium 3

Reima Eisya

Amalan Sunnah Berbuka Puasa Ini Ternyata Menyehatkan Tubuh

Reima Eisya

Tak Ada Ruang Lakstasi Bagi Ibu yang Menyusui di Tempat Kerja? Menkes: Kita Tutup Nanti

Reima Eisya

Kalbe Sediakan Air Minum Bersih dan Layak Minum di Kabupaten Lebak

Reima Eisya

Cinta Penelope Divonis Kanker, Ini 5 Kebiasaan Sepele yang Harus Dihindari Agar Tak Terkena Kanker

Reima Eisya

Leave a Comment