Techno

Teknologi Kecerdasan Buatan buat Atasi Praktik Curang Aplikasi Hasil Modifikasi Gojek Shield

Operator layanan transportasi ojek online seperti Gojek sejak lama dibikin pusing oleh kemunculkan orderan tipu tipu atau disebut juga orderan 'tuyul' yang merugikan perusahaan dan juga mitra driver. Keberadaan aplikasi hasil modifikasi ini dibuat oleh sindikat kriminal dan sejatinya mengancam keamanan para mitra ojek online. Tak tinggal diam, Gojek kini telah mengembangkan sebuah sistem keamanan berbasis kecerdasan buatan yang diberi nama Gojek Shield.

Teuku Parvinanda, Senior Manager Corporate Affair Gojek menjelaskan, Gojek Shield mampu mendeteksi berbagai jenis kecurangan terutama mendeteksi oknum yang menggunakan modapp atau aplikasi yang sudah dimodifikasi untuk mencurangi Gojek. Teuku memaparkan, Gojek Shield telah berhasil mengidentifikasi berbagai jenis kecurangan. Baru baru ini, setelah berhasil mendeteksi ribuan aplikasi notifikasi atau Modapp. Teknologi ini juga berhasil menonaktifkan lebih dari 500 akun di Indonesia yang terdeteksi tetap beroperasi menggunakan aplikasi modifikasi tersebut.”

Ini Modusnya "Rata rata modus yang dipakai sindikat kriminal adalah menawarkan sebuah aplikasi kepada mitra driver dengan iming iming palsu," jelas Teuku. Aplikasi modifikasi diklaim para sindikat kriminal ini dapat meningkatkan jumlah order, dapat memilih orderan sesuai keinginan seperti hanya orderan untuk jarak dekat atau hanya orderan GoFood, dan kebal dari sistem suspensi.

Kenyataannya, aplikasi modifikasi tersebut melewatkan secara otomatis order order yang masuk, serta hanya menyamarkan peringatan pelanggaran yang dikirimkan sistem sehingga seolah olah tidak ada suspensi. "Hal ini sangat merugikan mitra driver untuk jangka panjang," tegasnya. Ada Risikonya

Pengguna aplikasi modifikasi juga terancam risiko pencurian akun, serta keamanan dan kerahasiaan data yang termasuk dalam pelanggaran Undang Undang ITE. Hal ini terjadi mengingat tidak ada pihak yang bertanggung jawab atas perekaman data yang terjadi pada aplikasi modifikasi. Dia juga menjelaskan, langkah Gojek tidak hanya mendeteksi dan mencegah tindak kecurangan yang terjadi.

"Setiap akun yang terindikasi berbuat curang, akan mendapat peringatan, serta sanksi berupa penonaktifan sementara sampai dengan penonaktifan permanen atau pemutusan kemitraan," beber Teuku. Selain itu, hasil deteksi dari Gojek Shield yang terkait aktivitas kriminal juga dimanfaatkan sebagai alat bukti untuk proses hukum lebih lanjut melalui pihak kepolisian. Teuku menegaskan, Gojek menjalin kemitraan strategis jangka panjang dengan pihak kepolisian di berbagai daerah untuk mengungkap tindak kecurangan yang memanfaatkan ekosistemnya.

"Bersama dengan kepolisian, kita telah berhasil mengungkap dan menangkap beberapa sindikat kriminal," bebernya. "Kami telah dan akan terus mengkombinasikan kemampuan platform teknologi kami dalam mendeteksi potensi kecurangan dan penyalahgunaan data, dengan langkah pihak kepolisian dalam mengungkap sindikat pelaku," ujar Teuku.

Baca Juga

Produsen Smartphone Vivo Gelar Kontes dan Pameran Fotografi Bertajuk Indonesia Bercerita

Reima Eisya

Galaxy S20 Ultra Rp 18 4 Juta Galaxy M31 Rp 3 4 Juta Daftar Harga HP Samsung Terbaru April 2020

Reima Eisya

Turis Asing yang Berlibur ke Indonesia Wajib Lapor IMEI Ponsel Jika Tinggal Lebih dari 30 Hari

Reima Eisya

Mi Note 10 Pro hingga Note 8 Pro Update Harga HP Xiaomi Bulan Maret 2020

Reima Eisya

Bisa Dibeli di Pasaran Mulai 12 April 2019, Huawei P30 Lite Cocok untuk Kalangan Ini

Reima Eisya

Segera Rilis Ini Bocoran Penampakan Redmi Note 8T Beda di Bagian Sensor NFC Saja

Reima Eisya

Aturan Baru: Operator Wajib Hanguskan Nomor Liar, Satu NIK Hanya untuk Registrasi 3 Nomor

Reima Eisya

Bisa Langsung Dibagikan menuju Media Sosial Lainnya Cara Membuat Spotify Wrapped 2019

Reima Eisya

dan Xiaomi November 2019 Vivo Harga Ponsel Oppo

Reima Eisya

Usung Tagline Non Ribawi, Market Place Plaza Ummat Resmi Diluncurkan

Reima Eisya

Pengguna Bisa Langsung Lapor Polisi Tinder Munculkan ‘Tombol Panik’ Guna Cegah Kejahatan

Reima Eisya

China Haramkan Kantor Pemerintahan Gunakan Komputer & Software Buatan Asing

Reima Eisya

Leave a Comment